Langsung ke konten utama

1 Detik Berlalu Begitu Cepat, Tapi Seakan Lambat

Bahkan dalam waktu 1 detik pun sulit untukku menghapus bayangmu, memori bersamamu masih saja tertata rapi dalam sebuah ruang yang mungkin sekarang sudah usang. Aku memang tidak pernah melihatmu sedekat itu, tapi ratusan hari bersamamu menjadi bagian sementara rusukmu membuatku begitu bahagia. Memang layaknya roller coaster, kehidupan tidak akan selalu membawa bahagia, kesedihan yang mengelana menyita banyaknya ruang, hati dan pikiran. Saat kamu perlahan menghilang, dan ketika aku mulai belajar apa itu sebuah cinta dan cerita.

Dalam benakku, aku berpikir bahwa ketika dua orang saling mencintai itu sudah cukup. Tapi ternyata aku keliru, cinta yang sesungguhnya adalah berlajar tentang menerima sebuah keikhlasan. Sebuah babak dimana aku dituntut untuk ikhlas sekaligus menerima, bahwa kamu sudah bukan bagian dari diriku, dan aku bukan lagi tulang rusuk yang ada dalam jiwamu. Aku yang berjalan dengan caraku sendiri, melewati setiap waktu seorang diri, dan kamu yang juga melewati waktu yang bahagia ketika lepas denganku.

Aku tidak pernah berpikir bahwa kamu akan sepicik itu dalam meluluh-lantahkan hati ini, tapi aku senang waktu dengan cepat membuka semuanya. Membuat aku lebih sadar dan sabar, bagian tersulit dari sebuah kehidupan memang sebuah penerimaan untuk segala hal, termasuk ketika kamu yang begitu saja pergi dan menghilang.

 

alwyh

Bandung

Komentar